Pendaki Gunung Yang Membuat Kebanyakan Pendaki Ingin Terus Mendaki Sampai Kapanpun

Pendaki Gunung Yang Membuat Kebanyakan Pendaki Ingin Terus Mendaki Sampai Kapanpun-Mendaki gunung bukan hanya menikmati keindahan alam semata, karena ada banyak hal pengalaman hidup yang bisa kita peroleh dari kegiatan mendaki ini lho guys. Selama perjalanan, pendaki bisa melatih fisik dan juga mental. Bahkan dari pengalaman tersebut, ada banyak filosofi mendaki yang bisa kita petik sebagai suatu pelajaran. Bukan hal rahasia lagi kalau hiking adalah kegiatan yang sangat disukai para kaula muda. Hal ini sangatlah wajar, mengingat secara fisik mereka memang masih kuat dan mampu untuk mendaki gunung. Kegiatan ini biasanya dilakukan bersama dengan teman-teman yang disertai dengan rasa lelah dan canda tawa. Lantas, apa saja sih filosofi hidup yang bisa kamu ambil dari kegiatan mendaki ini? Mau tahu jawabannya? Berikut ulasan lengkapnya.

Gagal dalam berencana berarti merencanakan kegagalan

Sebelum mendaki, kamu harus membuat rencana terkait dengan kapan waktu yang tepat untuk mendaki, berapa estimasi biaya yang harus dipersiapkan, apa saja barang yang perlu dibawa dan lain sebagainya. Sama dengan hidup, dimana kamu harus memiliki rencana yang jelas.

Penting untuk setiap kita menentukan tujuan dan berusaha menggapainya.

Meskipun setiap orang memiliki kapasitas kemampuan yang berbeda untuk bisa sampai puncak, pada dasarnya sebelum mendaki kamu harus menentukan tujuan. Apakah ingin bisa sampai puncak atau tidak. Sama halnya dengan hidup, dimana kamu akan dihadapkan pada pilihan ingin meraih kesuksesan sampai pada tahap apa. Karena pada dasarnya, arti kata sukses dan “puncak” adalah relatif. Ada orang yang udah menjadi seorang direktur, dianggap sebagai orang yang sukses dan udah mencapai puncak. Tapi adapula seseorang yang cukup menjadi manager tapi udah dianggap sebagai seorang yang sukses. Itulah hidup, dimana kamu dan dia memiliki tujuan “puncak” dan kesuksesan yang berbeda. Seseorang yang bisa mencapai tujuan sesuai dengan kemampuannya tentu pada intinya adalah orang yang sukses. Jadi, jika kamu gak sanggup sampai ke puncak, jangan patah semangat karena mungkin disitulah batas kemampuanmu.

Bersabarlah, setiap rintangan dilewati membuat kita tegar dalam hidup. Pantang menyerah adalah kuncinya!

Mendaki gunung tapi tidak sabaran? Lebih baik batalkan perjalanan kamu. Karena dalam melakukan pendakian, kamu dituntut untuk bisa sabar dan tidak banyak mengeluh. Jika selama perjalanan pendakian kamu kerjaannya hanya mengeluh, jangan harap teman-teman yang lain akan mengajakmu lagi dalam perjalanan lainnya. Sama halnya dengan kehidupan, dimana setiap orang pastinya diberi ujian, halangan, dan kendala yang berat. Mendaki gunung sama dengan menjalani hidup ini, karena untuk sampai puncak kamu harus bisa bersabar dan pantang menyerah.


Mendaki bukan tentang menaklukan gunung, sejatinya adalah menaklukan diri sendiri

Mampu mencapai puncak? Maka kamu termasuk orang yang bisa menaklukan diri sendiri. Kenapa? Karena kamu mampu melampaui titik kesabaran, rasa lelah, udara yang dingin serta oksigen yang menipis. Padahal, belum tentu orang lain mampu melewati kesulitan yang kamu alami. Dari situlah kamu akan mulai sadar bahwa pendakian yang dilalui bukan hanya tentang menaklukan alam yang liar tapi juga menaklukan diri sendiri, terutama ego yang ingin sekali menyerah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara memilih baju anak perempuan

Ini dianih Guys Yang Harus Kalian Bawa Saat Liburan